Selasa, 01 Juli 2014

Suara Ledakan Matahari

Dalam tahun 1979, film “Alien” dipromosikan dengan suatu ungkapan yang sekarang menjadi terkenal: “Di angkasa tidak ada seorangpun yang dapat mendengar anda berteriak.” Dan tidak ada seorangpun yang dapat mendengar bintang meledak. Mengapa? Meskipun semua bintang yang kita lihat di langit malam, planit-planit yang mungkin mengorbit mereka, awan-awan gas sisa bintang-bintang yang meledak dan atom-atom yang sesat (kesasar) terapung-apung antara bintang-bintang, angkasa sebagian besar adalah suatu vakum kosong (hampa). Hal itu tidak mengganggu cahaya.Cahaya tersusun dari partikel-partikel (butir-butir) yang dinamakan photon-photon yang cepat-cepat melalui ruang kosong dengan kecepatan yang mengejutkan, 186,000 mil tiap sekon.
Tetapi gelombang-gelombang bunyi adalah berbeda. Gelombang-gelombang bunyi memerlukan beberapa  bahan untuk mengadakan perjalanan melalui: gas yang cukup padat (seperti udara sekitar kita), cairan (seperti air) atau benda-benda padat (seperti langit-langit rumah susun, atau batas tertinggi rumah susun).Tak sama (tak serupa) dengan cahaya, dengan bunyi mediumnya (perantaranya) secara harafiah adalah pesannya: Apa yang kita dengar sebagai bunyi secara sederhananya adalah bahan yang bergetar. Maka jika tetangga anda di tingkat atas rumah susun (apartemen) berjalan melalui  lantainya, langit-langit rumah susun anda  mulai bergoyang, getarannya melalui ke dalam udara di bawah.
Waktu molekul-molekul udara memadatkan (kompres) dan terebar, gelombang-gelombang molekul melewati telinga anda. Gendang pendengaran anda mulai bergetar pula. Otak anda menafsirkan bunyi (“Tetanggaku yang ribut (gaduh) mulai lagi!”). Tetapi dalam ruang yang vakum (hampa), adalah sunyi yang mengerikan (menakutkan). Tidak sama seperti dalam film-film, meskipun anda terapung-apung dalam baju angkasa, dekat roket yang lewat, anda tidak akan mendengar tembakan mesin-mesinnya (kendatipun anda akan silau oleh cahaya yang berapi-api). Suatu ledakan di angkasa akan menjadi tontonan visual yang sunyi, seperti petasan (mercun) yang bercahaya dan tidak ada suara ledakan.
(Untunglah, karena gelombang-gelombang radio hanya semacam cahaya yang tidak dapat kita lihat, para astronot yang berjalan di angkasa dapat berkomunikasi dengan menggunakan pemancar-pemancar radio dan penerima-penerima yang  dibuat dalam baju-baju mereka). Para ahli ilmu pengetahuan mengatakan matahari akan bersinar 5 bilyun tahun lagi sebelum membengkak menjadi besar sekali berwarna merah, menyelubungi sebagian besar dari sistem solar. Pada waktu itu, manusia mungkin akan dapat meninggalkan suatu planet yang lebih ramah.
Demikian maka tidak ada bahaya yang diketahui dari matahari bila tiba-tiba meledak. Tetapi bila meledak, para ahli astronomi mengatakan, kita tidak akan mendengar apa-apa. Menurut Lynn Carter, seorang ahli astronomi, gas-gas di angkasa yang tercatat, tidak cukup tebal untuk membawa gelombang-gelombang bunyi yang dapat ditemukan oleh telinga-telinga kita. Dan gas-gas yang dilepaskan oleh bintang yang meledak – kendatipun bintang yang lebih besar daripada bintang kita sendiri – akan mengembang sebegitu cepat pada ruang yang hampa sampai tiap bunyi yang dibawa akan terlalu redup (redam) untuk didengar di Bumi. Meskipun seandainya Bumi sama dekatnya dengan matahari seperti Mercury. nona ahli astronomi itu mengatakan, ledakan matahari akan sunyi senyap.
Sumber: Health & Science, harian Long
Island, Isnin, 20 Juni 2011,diterjemah-
kan secara bebas serta diberi beberapa
anotasi seperlunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar